Friday, 21 June 2019

PENGALAMAN PERTAMA MENDAKI DI GUNUNG GEDE PANGRANGO 2.958 MDPL JAWA BARAT VIA CIBODAS



Pesona Jawa Barat memang tiada hentinya untuk kita jelajahi dan kita explore,entah itu Pantainya,Air Terjunnya,bangunan bersejarahnya,perkotaannya,tempat-tempat wisatanya,dan tentunya gunung-gunung yang menjulang tinggi yang berada di Provinsi Jawa Barat ini semakin menambah keistimewaan atau daya tarik tersendiri bagi para pendaki.Seperti pengalaman pertama gue mendaki ke Puncak Gede 2.958 Mdpl,iya pengalaman pertama bangett sumpah.Oh iya guys Gunung Gede Pangrango ini masuk ke dalam kawasan TNGGP,atau informasi singkatnya seperti ini guys..


Gerbang Selamat Datang

"Gunung Gede merupakan sebuah gunung api bertipe stratovolcano yang ada di pulau Jawa,Indonesia.Gunung Gede berada dalam ruang lingkup Taman Nasional Gunung Gede Pangrango,yang meruapakan salah satu dari lima taman taman nasional yang pertama kali di umumkan di Indonesia pada tahun 1980.Oh iya guys Gunung Gede ini memiliki ketinggian 2.958 Mdpl dan pernah meletus pada tahun 1957,terbukti dari adanya kawah-kawah yang masih aktif.Dan Gunung Gede Pangrango ini memiliki dua Puncak yaitu sesuai namanya ya yaitu Puncak Gede dan Puncak Pangrango ketinggiannya pun berbeda,kalau Puncak Gede memiliki ketinggian 2.958 Mdpl sedangkan Puncak Pangrango memiliki ketinggian 3.019 Mdpl beda dikit lah ya hehe.Dan satu lagi Gunung Gede Pangrango ini teletak di tiga Kabupaten sekaligus yaitu Kabupaten Cianjur,Kabupaten Bogor,dan Kabupaten Sukabumi".

puncak Gede 2.958 Mdpl

Itu dia guys informasi singkatnya seperti itu yang gue tau itu sih,kalau kalian pengen lebih jelas atau pengen tau lebih detailnya silahkan kunjungi website resminya Gunung Gede Pangrango.
Alvin,jurignya ni the best deh

Renold,dan dia juga sama jurignya

Bebas lepas bahagia pokoknya

Oke kita kembali ke pengalaman pertama gue mendaki ke Puncak Gede ini guys,oh iya guys kemarin gue tektok,kalian tau tektok??bukan tiktok ya tapi tektok.Sebelumnya gue sendiri gak tau tektok itu apa,tapi semenjak gue berteman dengan seorang pendaki berbagi pengalaman bercerita akhirnya gue tau tektok itu apa."Tektok adalah bahasa yang sering di gunakan oleh pendaki guys,kata tektok sendiri sering di gunakan oleh pendaki yang tidak memakan waktu lebih lama.Seorang atau pendaki yang melakukan pendakian tektok biasa di sebut Tektokers atau Pejalan Gunung,atau biar lebih jelasnya mah PP ya guys,alias Pulang Pergi habis sampe Puncak tidak lama langsung turun lagi tidak menginap atau mendirikan tenda ngechamp dan lain sebagainya".

Di jembatan beton sepanjang 200 m

Jeda sedikit kaya iklan haha,itu bukan iklan sih melainkan sebuah informasi penting buat kita semua kalau kaya di tv mah Sekilas info ya haha,semoga bermanfaat deh yang tadinya tidak tau,kan jadi tau heheh iya kan...
Oke kita kembali kita fokus ke pengalaman gue aja sekarang mah.Jadi gini ya guys berawal dari niat kita bertiga yaitu,Alvin,Renold,dan gue iya alhamdulillah pertemanan kita masih berjalan sampe sekarang karena maianan atau hobi kita bisa di bilang sama ya.Pencinta alam bangett jiahhh,pertemanan kita tidak di sengaja berawal dari postingan gue di Facebook yang di Curug Cibulao itu dan Alvin komen ngajakin nanjak bareng ke Gunung Kencana Bogor 1.803 Mdpl,nah di Gunung Kencana itulah kita bertemu dengan Renold yang seorang diri yang sedang kebingungan mau mendaki,alhasil kita berkenalan terus nanjak bareng waktu itu dan ya sampe sekarang akhirnya.Memang ya bener kata orang pertemanan itu bisa lewat apa aja tanpa kita tau tanpa kita duga pastinya.Beruntung banget gue bisa berteman sama dua orang paling kece di jagat raya ini,yang punya segudang pengalaman mengenai dunia luar atau lebih tepatnya pendakian.

Suasana di Vila kediaman Alvin jam 04.00 WIB


Tidak mudah sih guys untuk kita bertiga bisa kuuyy bareng nanjak bareng lagi,karena kesibukan kita masing-masing,tapi alhamdulillah berkat keyakinan kita bertiga,kita bisa bertemu lagi bahkan nanjak bareng lagi seperti kemarin itu.Oke pendakian kemarin tepat di tanggal 18 Juni 2019,stars dari kediaman Alvin yaitu di sebuah Vila yang menurut gue bagus banget dan view sawahnya kereeenn sumpah yang berlokasi di Kp.Urug Daerah Jogjogan gitu yang ke arah Curug Cilember.Dan Pendakian ini gak hanya kita bertiga,melainkan ada seorang 7 sosok lainnya yaitu 4 cewek dan 3 cowok lainnya merekan semua adalah teman nya Alvin,yessss kita rombongan 10 orang.Oke singkat aja ya kita on the way dari kediaman Alvin sekitar jam 05.00 WIB,tidak lupa kita bertiga menjemput pendaki lainya yaitu yang 5 orang tadi dan 2 orang menggunakan sepeda motor di kawasan jalan Pesantren Cilember,yapppzzz bismillah kita berangkaaatttttttt.Jam 07.00 WIB kemudian kita semua akhirnya sampai di baschamp tidak lupa juga kita semua berdoa sebelum melakukan pendakian demi keselamatan kita semua,dan ya rombongan kita bertambah menjadi dua orang yaitu ada dua sosok yang berasal dari Cibinong mereka juga mau melakukan tektok sama seperti kita guys,baru memulainya pendakian aja kita udah dapat teman baru jiaaahhh begitulah dunia pendakian hehe.Oh iya guys jalur yang kita gunakan itu melalaui jalur Cibodas atau biasa orang bilang Via Cibodas,mau tau rute-rute atau pos-pos yang kita lewatin apa aja dan spot-spot yang bisa memanjakan mata bagi para pendaki yang menggunakan jalur Cibodas ini,ini dia guys rangkuman singkatnya,oh iya ini menurut pengalaman gue sendiri ya guys maaf kalau ada yang kelewat,oke deh langsung aja cek kittt brooott.....

Suasana di Baschamp Cibodas

1.Tempat parkiran Mobil
2.Gerbang Pendakian
3.Pos (1) Telaga Biru
4.Jembatan Beton sepanjang 200 m,di atas rawa Gayonggong
5.Pos (2) Pancayangan atau persimpangan antara ke Curug Ciberem
6.Shelter Rawa Denok 1&2,Shelter Batu Kukus 1&2
7.Pos (3) Air Panas,atau Sumber Air panas
8.Pos (4) Kandang Batu
9.Air Terjun Panca Wulung
10.Pos (5) Kandang Badak
11.Persimpangan antara ke Puncak Gede dan Puncak Pangrango
12.Tanjakan Setan
13.Pinggiran Kawah
14.Dari pinggiran kawah kita harus menyusuri sekitar 30 menit untuk sampai ke Tugunya yaitu Puncak Gede 2.958 Mdpl.

Empat pendaki Cewek paling rempong sejagat raya

Itu dia guys rangkuman singkatnya,sesuai dengan apa yang gue lihat dan gue lewatin waktu itu,mohon maaf bila ada yang terlewat di karenakan gue juga baru pertama kalie mendaki di Gunung Gede Pangrango ini.Oke gue mau sedikit bercerita mengenai tempat-tempat yang gue lewatin tadi itu.Dari mulai pertema yang menarik perhatian gue yaitu..
Telaga Biru,iya telaga biru ini sumpah indah banget dengan airnya yang warna biru benar-benar biru,ya namanya juga juga telaga biru ya haha,dengan di kelilingi pepohonan yang rindang serta airnya yang tenang semakin menambah keindahan telaga biru ini dan menjadi pusat perhatian bagi para pendaki yang melewatinya,terbukti dari banyak yang mengabadikan moment di telaga biru ini guys.

Suasana di Air Panas

Tidak lupa berpose-pose ria

Sumber Air panas atau Air Terjun Air Panas,iya spot ini juga tidak kalah menarik keberadaannya yang berada di sebuah tebing yang menurut gue kereeen bangeet airnya bener-bener panas sumpah asli,oh iya guys buat kalian untuk selalu berhati-hati di karenakan kita harus berpijak pada batu-batu dan di sebelah kanan kita ada jurang yang begitu curam,dan tidak lupa juga untuk selalu berpegangan pada tali-tali yang ada.
Air Terjun Panca Wulung,iya Gunung Gede Pangarango tiada hentinya memanjakan mata bagi setiap para pendaki yang melewatinya,seperti Air Terjun Panca Wulung ini,air terjunnya begitu unik dengan gradasi bebatuan serta gemericik suara Airnya yang begitu menggoda bagi setiap para pendaki yang melewatinya.

Kelakuan empat pendaki

Kandang Badak,iya spot ini juga tidak kalah menarik karena keberdaanya menjadi salah satu tempat ngechamp bagi para pendaki yang bermalam di Kandak Badak ini.Terbukti dari banyaknya tenda-tenda yang berdiri diantara pepohonan yang menjulang tinggi,semakin menambah keindahan tersendiri buat tempat ini,warna-warni di ketinggian haha.
Ini dia Tanjakan Setan yang memacu adrenalin

Yesss it's me

Tanjakan Setan,dan spot yang terakhir yang memacu adrenalin bagi setiap para pendaki ya Tanjakan Setan ini.Kata para pendaki di sinilah momentnya,jadi untuk melewati tanjakan setan ini kita haru berpengangan pada tali-tali yang udah di sediakan,dan ingat keselamatan kita yang lebih utama ya guys.Karena kemiringan tebing batu yang menurut gue curam bangett,tapi kalau kalian tidak mau melewati Tanjakan Setan ini kalian bisa melewati jalur yang satunya.
Ya Allah eta kalakuan

Pendaki-pendaki kusam punya cerita

Lagi bersantap ria dengan lauk pauk seadanya

Itu dia guys spot-spot yang menarik perhatian gue waktu mendaki ke Puncak Gede ini.Dan mengenai estimasi waktu mungkin setiap pendaki berbeda-beda ya guys telebih kemarin gue dan rombongan mendaki bersama 4 orang cewek juga jadi agak santai gitu sih,yang penting sampe Puncak dengan Selamat.Pokonya stars jam 07.00 WIB pagi itu sampe Puncak sekitar 14.00 WIB siang,lumayan kan berapa jam tu lama juga kan,itu belum sampe tugunya ya guys kalau sampe tugunya sih sekitar jam 14.30 WIB.Alhamdulliah akhirnya kita semua sampai juga sih di Puncak dengan selamat,meskipun tadinya sempat tidak yakin bakalan sampe Puncak.Tidak lama sih yang kita lakukan di Puncak,mengabadikan moment foto,makan ya dengan lauk pauk sedanya,hasil masakan temen gue yaitu Chef Alvin haha dan selesai makan langsung bergegas turun karena mengejar waktu ya guys karena hari semakin sore.


Suasana saat pulang

Jam 16.00 WIB kurang lebih jam segitu kita semua turun,dan sampai di Kandang Badak sekitar jam 17.30 WIB sebelum Maghrib ya guys,tidak lupa mengisi air dan keperluan lainnya seperti ketoilet.Dan yang paling penting memanjatkan doa demi keselamatan semuanya.4 jam kemudian akhirnya kita semua sampai di baschamp yaitu sekitar jam 22.00 WIB,iya dengan segala cerita dan kejadian yang mengiringi perjalanan turun kita.Henmnmm biarkan semua itu menjadi cerita yang gak bisa di lupakan mungkin sampai kapan pun.
Di Tugu bersama orang terkece

Kereeeenn abis sumpah

Saat menuju ke Tugu Puncak Gede

Oke guys itu dia pengalaman pertama gue mendaki ke Puncak Gede 2.958 Mdpl,dengan segala cerita,pengalaman,pelajaran yang bisa gue ambil dari hasil mendaki tersebut buat kedepannya,pokoknya pendakian kemarin kereeennn bangetttt sumpah gak bisa di lupain seumur hidup gue.Salam Lestari dari Puncak Gede 2.958 Mdpl,Terimaksih Gunung Gede Pangrango kamu berhasil membuat rasa rindu ini semakin berat sampe sekarang jiaahhh hahahha.

TERIMAKASIH.
Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
Jln.Kebun Raya Cibodas,Cimacan,Kecamatan Cipanas,Kabupaten Cianjur Jawa Barat.

Monday, 17 June 2019

SEJUKNYA AIR CURUG CIBULAO MEGAMENDUNG BOGOR JAWA BARAT


Terlihat begitu cantik warna airnya

Seperti Surga tersembunyi terletak di ketinggian,dengan panorama alam yang begitu memanjakan mata bagi setiap insan yang melihatnya.Serta dengan warna air yang begitu mempesoana dengan gradasi tebing-tebing di sekitarnya yang berlapiskan lumut hijau,serta pepohanan rindang yang mengelilingi Air Terjun ini semakin menambah keindahan dan keistimewaan serta keeksotisan bagi para pegiat-pegiat alam termasuk gue ya tentunya.Jujur gue jatuh cinta bangett sama curug ini,kenapa jatuh cinta??? Karena untuk yang kedua kalienya gue mengunjungi curug ini.Iya Curug Cibulao Namanya,keberadaannya memang layak di sebut surga tersembunyi karena letaknya yang di atas bukit di paling ujung,nyempil gitu deh pokonya.Bahkan ada sebagian orang yang bilang katanya Curug Cibulao ini Curug dari segala curug atau Curug hulu untuk curug-curug yang ada di bawahnya seperti Curug Orok,Curug Panjang,Curug Naga,dan sebagainya,kereeennn kannn..
Oh iya guys Curug Cibulao ini terletak atau berlokasi di kp.Paseban Desa Megamendung,Kecamatan Megamendung Kabupaten Bogor Jawa Barat.Yeesss yang letaknya tidak begitu jauh dari Ibu Kota Jakarta,dan sekitarnya ini menjadikan Curug ini wajib atau layak di kunjungi.Seperti gue yang tiada hentinya mengunjungi Curug Cibulao ini,alias kalie kedua jiaaahhhh kalie kedua ya pokoknya itulah.Yesss langsung aja deh kita simak pengalaman singkat gue menelusuri kembali Curug Cibulao ini dengan berjalan kaki,hahhhh jalan kaki,iya jalan kaki,hahahh penasaran kannn...so langsung aja deh kuuuyyy....cek kit broott.
inilah aku yang hanya butiran Ranginang



Sebelumnya sih gue emang udah pernah ke Curug Cibulao ini,yaitu sekitar 8 bulan yang lalu kalau gue buka My Google Maps,di situ ada notifikasinya,"anda berkunjung 8 bulan yang lalu",seperti itu guys.Dan ya kalie ini gue bakalan kesini lagi tepatnya satu Minggu yang lalu ya,iya inget bangettt waktu itu hari Rabu.Rabu pagi bangettt gue otw dari rumah,oohh iya guys ini gue bener-bener jalan kaki pure jalan kaki full pulang pergi alias PP.Kenapa jalan Kaki??? Pasti muncul pertanyaan itu kan,emang gak ada motor,emang gak ada mobil,emang gak ada bla-bla,suuuutttsssss jangan berisik.Jujur di rumah memang tidak ada motor,memang tidak ada mobil,atau kendaraan apapun itu,dan gue cuma berbekal uang 30.000 di dompet,serta satu botol air minum,dan bekal nasi pakai telor dadar bikinan my Mom alias Mamah tercinta.Dan pasti muncul lagi pertanyaan,kenapa gak sama teman yang punya motor kan bisa??? Gue Jawab :lagi pengen SENDIRI,setelah apa yang terjadi satu Tahun kebelakang ini.Hmmmm sedih,kok sediihhh,eeiihhh ini kan waktunya berbahagia kalau kata GAC mah kita BAHAGIA... .... .....
Oke,gue on the way dari rumah itu sekitar jam 05.30 WIB masiih pagi bangettt,oh iya guys rumah gue berlokasi di Kp Pasir Pogor 1 RT 004 RW 004,Desa Cilember Kecamatan Cisarua Bogor Jawa Barat.Jiaahhh lengkap bangett ya alamatnya.Berawal dari niat waktu masih di Pontianak sih pengen ke Curug Cibulao dengan berjalan kaki,alhamdulillah akhirnya kesampean juga.Dan rute yang gue lewatin  untuk menuju Curug Cibulao ini gue via Jln Desa Cilember,yaitu gang nya kalau dari jalan raya utama Puncak Bogor itu tepatnya di samping Alfamart atau biar lebih jelasnya tidak jauh dari Cimory Riverside,pasti tau deh jln Desa Cilember itu sangat terkenal.Nah dari Jalanan Desa Cilember itu nanti akan menemukan jalan Pesantren,nah ambil jalan Pesantren.Dari situ perjalanan sesungguhnya akan baru di mulai,karena jalanannya lumayan terjal banyak tanjakan-tanjakan,dengan kontur jalan yang menurut gue udah lumayan sih,karena di sekitaran sini juga banyak Vila sih ya.Nah selesai dari tanjakan-tanjakan tersebut nanti akan menemukan persimpangan gitu antara ke Curug Panjang dan Curug Cibulao,kalau ke Curug Panjang itu ke kiri sedangkan Curug Cibulao itu ke kanan atau lurus yang ada tanjakan terjal itu.Nah dari situ masih lumayan sih.Dan dari tankakan ini juga gue bisa menikmati view yang begitu Indah yaitu Gunung Gede Pangrango,woowww gila....kan kereennn deh pokoknya.

Ohh iya guys buat kalian yang mau ke Curug Cibulao jangan lupa untuk selalu berhati-hati ya kerena masih terdapat titik-titik jalan yang masih terbilang tidak bagus alias jelek batu-batu gitu,dan ada sebagian tebing yang longsor juga,ingat HATI-HATI ya guys.Oke jam 07.45 WIB akhirnya gue sampai di Gerbang utama tempat parkiran Motor,dari situ masih 200 M menuju Curug Cibulao nya dengan menuruni anak tangga,yang di sampingnya itu perkebunan Warga sekitar.
Gerbang Selamat Datang Curug Cibulao 

Dan ya Finally....Welcome to Curug Cibulao,alhamdulillah gue sampai dengan selamat dan sehat dengan waktu tempuh 2 jam lebih lah ya dan jarak dari rumah sekitar 6,5 km wooww gila gak tuh,demi pengen mandi di Curug Cibulao ini.Pas nyampe situ gue langsung bayar tiket,dan ada yang nge champ juga,pas bayar tiket abang-abang nya bilang,di bawah ada artis kang,hahh gue kaget kan,yang bener kata gue,iya artis Anak Langit SCTV.Waduuuuhhh gue kaget dong sekaligus bingung,plus seneng pengen minta foto bareng mereka haha.
Yeaaaaahhh foto bareng Artis

Pas gue turun,ternyata emang bener ada Angela Gilsha dan Pemain Anak Langit lainya,mereka ternyata lebih dulu yaitu udah mandi dari jam 06.00 pagi,gilaaa ya kuat bangetttt kan.Ibarat ketiban durian runtuh yang tandinya mau menikamati segernya air Curug Cibulao,ehhh malah ketemu sama artis pula di sini hehe.Tidak mau melewatkan kesempatan dong,kapan lagi coba,yang biasanya gue cuma ngelihat di layar kaca dan kemarin itu gue ngelihat secara langsung bahkan dekat men oouhh wow-wow seneng bangett gue.Dan yang salut dari mereka itu mereka baik,tidak sombong tidak menjaga jarak juga,ya kaya orang biasa deh kaya bukan artis ya haha.
Singkat sih bersama artis Anak Langit,karena mereka pergi untuk Mengexplore Curug yang di bawah nya yaitu Curug Orok.
Lagi menikmati nasi telor dadar buatan Mamah tercinta

Dan ya kita kembali ke Curug Cibulao yaitu Curug tujuan gue dari awal tadi,seperti tahun sebelumnya curugnya masih sama warnanya hujau,suasananya masih asri dingin pokoknya,tidak bosan-bosan nya gue memandangi Curug Cibulao ini.Henmmm memang pantas di sebut Surga tersembunyi,ada yang berbeda nih guys dari kunjungan gue ke Curug Cibulao ini dari 8 bulan yang lalu itu,kalau 8 bulan yang lalu itu gue cuma berenang di sekitaran pinggiran-pinggirannya aja,karena lebih menikmati private waterfall nya sih,dan gak berani juga untuk Mengexplore kebagian pusaran airnya itu karena sepi masih pagi sih.Dan berbeda sama yang kemarin berkunjung ke Curug Cibulao paska lebaran ternayata ramai pengunjung sumpah padahal masih sekitaran jam 09.00 WIB,alhasil gue berani untuk Mengexplore bagian pusaran airnya dan loncat-loncat ganteng dari atas batu gitu bareng sama yang lain.Seru deh pokoknya bikin ketagihan lagi-lagi dan lagi sumpah padahal airnya dingin bangettt Seriuss.
Nikmat mana lagi yang kau dustakan

Oohh iya guys Curug Cibulao ini memiliki kedalaman sekitar 5 m,dan udah di kasih tanda juga sih pake tali gitu antara pembatas yang dalam dengan yang tidak,dan pihak Curug Cibulo juga sudah menyediakan jaket pelampung gitu biar lebih aman.And you know katanya yang di atas itu lebih dalam lagi yaitu sekitar 8 m wowww serem ya.Pokoknya selalu prioritas kan keselamatan kita sendiri ya guys di manapun itu,dan selalu jaga Alam di sekitar kita pastinya,kalau bukan kita siapa lagi coba iya kan.Karena alam sudah menyediakan keindahannya,kita sebagai manusia selayaknya harus bisa menjaganya sampai kapan pun,supaya anak cucu kita kelak bisa menikamati apa yang kita nikmati saat ini.
Cadaaaaaasssssssss.......jiaahhh cadas di bawa-bawa hahaha,oh iya itu dia pengalaman singkat gue ke Curug Cibulao dengen berjalan kaki dan berbekal uang 30.000 ribu rupiah,dengan sisa uang 18.000 ribu rupiah,lumayan buat makan bakso hehe yang pedessss ya kan biar cenghar ngagebyar dunia jadi caang hahah.....


Terimaksih Curug Cibulao Megamendung Bogor Jawa Barat.
Lokasi :Curug Cibulao Megamendung Bogor
HTM : 12.000 Rp + Jaket Pelampung 10.000
Buka :Setiap Hari jam 08.00-17.00 WIB

Sunday, 16 June 2019

PESONA PANTAI TANJUNG LAYAR SAWARNA LEBAK BANTEN


Begitu banyak pengunjungnya

Keberadaanya memang menjadi dayak tarik tersendiri buat para penikmat Pantai khususnya untuk di kawasan pesisir Lebak Banten.Meskipun jalan menuju ke Lokasi Pantai Tanjung Layar Sawarna ini tidak mudah khususnya bagi yang tinggal di perkotaan,karena kontur jalan yang turun,naik,serta berkelok-kelok yang mungkin bagi sebagian pendatang itu ekstrim bangettt,mungkin bagi masyarakat sekitar itu hal yang biasa.
Seperti halnya gue yang baru pertama kalie ke Pantai Sawarna,ini menurut gue sih luar biasa bangett ya,kenapa luar biasa,soalnya di luar ekspetasi gue sih jujur.Tujuan utamanya sih ke daerah Cisolok Sukabumi yaitu mengantarkan seorang Ibu yang ingin berlebaran dengan anaknya.Konon katanya Ibu tersebut sudah 4 tahun lamanya tidak berlebaran dengan anaknya tersebut.And you know Ibu tersebut adalah besan mamah gue guys dan Ibu tersebut itu pengen berlebaran bersama anaknya yang tinggal di Depok,nah anaknya tersebut mempunyai Istri yang asli orang Sukabumi yaitu Cisolok tadi.Jadinya di pertemukan di Sukabumi lebih tepatnya di Cisolok.So singkat ceritanya seperti itu sih.

Berangkat dari Puncak Bogor,pas di hari lebaran tepatnya ba'da Isya ya guys sekitar jam 19.30 WIB,demi menghindari macet,kalian tau sendiri jalanan Puncak Macetnya Naudzubillah kalau di hari lebaran.Gak tanggung-tanggung gue berangkat bersama rombongan yaitu satu mobil dan empat sepeda Motor.Gila....kan bener-bener mau jalan-jalan hahaha,ini moment langka sih menurut gue soalnya cuma di hari Raya seperti ini kita semua bisa berkumpul atau jalan-jalan bersama.
Oohhh iya guys kalau kalian pengen tau daftar orang yang ikut ke Sukabumi,pada waktu kemarin itu,ini dia :
Uwa Cewek.                           
Uwa Cowok.                         
Mamah.                                 
Bapak.                                   
Embah (Ibu tersebut)               
Krisna (Cucu Ibu tersebut)       
Manul.                                   
Teh Yuli.                               
Teh Unie.                               
Bi Ela.                                     
Teh Orien.                          
Teh Wiwin.
Mas Eko.
Mas Anto.
Asep.
Akmal.
Aris.
Farhan.
Restu.
Riko.
Wulan.
Latif.
Alfi.
Deva.
Nisa.
Dan termasuk gue pastinya guys,gila kan coba deh di hitung banyak bangettt kan,lebih dari 15 orang men.Di luar ekspetasi memang dari awal juga,tapi meskipun begitu semuanya berjalan dengan lancar dan selamat sampai tujuan pastinya.
Ohh iya waktu tempuh dari Puncak Bogor ke Sukabumi itu sekitar 3 sampai 4 jam man guys,itu di saat malam ya kalau di siang hari mungkin bisa lebih dari 4 jam,makanya kita memilih perjalanan malam.Tidak lupa kami beristirahat sejenak di SPBU Cibadak demi mengisi Amunisi alias makan malam dengan lauk pauk seadanya,sumpah memang yang bahagia itu gak harus mewah,makan bersama keluarga tercinta di emperan SPBU seperti ini udah bisa membuat kita bahagia,sumpah terharu gue ngeliatnya.

Next 00.30 WIB alhamdulillah kita semua sampai di Cisolok Sukabumi,dan langsung tertidur lelap semuanya,iya semuanya karena mungkin lelah kalie habis perjalanan jauh.Ke esokan harinya perjalanan pun akan baru di mulai yaitu ke Pantai Tanjung Layar Sawarna,Perjalanan dari Cisolok memakan waktu sekitar 2 jam guys,lumayan jauuh kan.Oh iya guys ini kalie pertama gue ke Banten melalui  jalur Sukabumi,amazing bangettt deh pokoknya.Dengan kontur jalan yang menurut gue tidak mudah ya,banyak sekali tanjakan terjal dan turuan tajam serta berkelok-kelok gitu so buat kalian jangan lupa untuk selalu berhati-hati ya.Itu baru jalanan utamanya alias jalanan lintas Provinsi ya antara penghubung Sukabumi dengan Kabupaten Lebak Banten.
Nah dari persimpangan Kawasan Pantai Sawarna,masih lumayan jauuhh,dengan kontur jalan yang sama yaitu masih turun naik serta berkelok-kelok.Sesampainya di Parkiran Utama Pantai Tanjung Layar,terutama yang pake mobil seperti gue ini pasti dihampiri sama ojek-ojek lokal.Kagettt dong ini ada apaan,gue jadi ingat di Cawang Uki turun dari Mobil travel di hampiri sama tukang ojek haha.

Ohhh iya guys kata tukang ojeknya katanya menuju Pantainya itu masih jauh yaitu sekitar 3 km dari parkiran tersebut,wooww lumayan sih terimakasih abang ojek atas informasinya.Berhubung kita ada 5 motor so semua orang yang ada di Mobil di jemput satu per satu guys,gak sia-sia deh rombongan dengan sepeda Motor.Oh iya kenapa 5 motor karena bertambah satu motor yaitu adik gue beserta suami dan anaknya,dan adik ipar gue lah yang menjadi petunjuk jalan menuju Pantai Tanjung Layar Sawarna ini.
terlihat jelas batu kerikilnya

And Finally kita semua akhirnya sampai juga di Pantai Tanjung Layar Sawarna,dengan perjalanan yang tadi cukup menguras tenaga alhasil semua itu terbayar dengan pemandangan Pantai dengan Air yang begitu bening bangett serta ada dua batu besar gitu yang menjulang tinggi ke atas serta karang-karang yang menghiasi Pantai Tanjung Layar Sawarna ini semakin menambah keIndahannya tersendiri.Memang benar ya Usaha tidak akan menghianati hasil dan ya ini jalan-jalan ala kami,yang hanya bisa di lakukan satu tahun sekali demi membahagiakan semuanya.Jelas memang terpancar rona kebahagian kecerian di muka-muka mereka.
Terlihat begitu bahagia

Muka-Muka bahagia pokoknya

Oh iya guys tips buat kalian yang bawa anak-anak ke Pantai Tanjung Layar Sawarna ini,mohon di awasi dan di jaga,karena Pantai ini bukan beralaskan pasir yang halus melainkan seperti batu kerikil gitu serta karang-karang yang tajam.Kalau soal ombak mungkin emang lebih aman di sini karena terhalang sama karang-karang besar yang di sana itu,dan jaraknya juga lumayan agak jauh ke bibir pantai.So pokoknya kemana pun kalian berwisata mau ke Pantai atau ke Gunung sekali pun,selalu jaga Alam di sekitar kalian jangan sampai Alam murka terhadap kita karena ulah kita sendiri Naudzubillah ya Allah jauhkan.Satu lagi yang namanya Alam itu tidak bisa di prediksi,so selalu berhati-hati ya di manapun kalian berwisata.


Lokasi : Pantai Tanjung Layar Sawarna,Blok Ciantir Desa Sawarna,Bayah,Kabupaten Lebak-Banten

Saturday, 15 June 2019

MAKAM JUANG MANDOR KABUPATEN LANDAK KALIMANTAN BARAT



Bukti nyata bahwa memang pernah terjadi peristiwa keji,peristiwa mencekam pada waktu itu.Makam Juang Mandor menjadi salah satu tempat bersejarah.Makam ini dahulu di gunakan sebagai tempat pembataian 21.037 orang oleh tentara Jepang pada tahun 1943 sampai 1944,woowww memang benar bersejarah.
Oohh iya guys Makam Juang Mandor ini terletak atau berlokasi di Kecamatan Mandor,Kabupaten Landak Kalimantan Barat.
Jujur gue sebagai perantau atau pendatang ya,karena gue sendiri bukan asli orang Kalimantan tapi gue sangat tertarik dengan keberadaan Makam Juang Mandor ini.Karena apa,ya tempat seperti ini layak di jaga dan di pertahankan guna sebagai bukti bersejarah,oohh begini loh dulu tu di sini pernah terjadi pembataian,mungkin seperti itu singkatnya.Dan seperti pengalaman gue sekitar dua Minggu yang lalu,akhirnya gue berhasil mengunjungi salah satu tempat bersejarah ini guys yaitu Makam Juang Mandor.Tidak mudah sih,karena pada waktu itu cuaca juga tidak lagi bersahabat alias mendung bin gelap,awan nya sumpah hitam bangetttt,tapi gak tau kenapa gue tetep aja lanjut perjalanan ke Mandor.Mungkin karena udah niat kalie ya,susah sih kalau udah niat di tambah memang pada waktu itu sedikit mepet juga sih sama kepulangan gue ke Bogor,jadi gue maksa-maksain deh pergi ke Makam Juang Mandor.Intinya mah biar gak di hantui rasa penasaran hahahah.
Berawal dari hasil perjalanan gue di Makam Opu Daeng Manambon Mempawah Kaliamantan Barat,seperti postingan gue yang sebelumnya ya guys di MAKAM OPU DAENG MANAMBON MEMPAWAH KALIMANTAN BARAT bagi yang belum baca kalian klik aja .Ini juga hasil rekomendasi seorang teman kerja sih guys,entah kenapa gue tertarik Napak Tilas ke Makam-Makam terus haha,emang waktu kemarin itu moment nya pas di bulan Ramadhan juga sih,jadi dari pada bingung mau ngapain ya kan di rumah juga kerjaan udah selesai alias udah tutup atau off.Ya gue memberanikan diri untuk pergi ke Makam Juang Mandor sendiran,serius sendiri???gak percaya???namanya juga KUDUJALAN.COM haha penasaran kannn....gue ngapain aja di Makam Juang Mandor,yuk simak sedikit perjuangan gue demi mencapai,jiaaahhh mencapai kaya mendaki aja hahah,pokoknya demi sampai di Makam Juang Mandor cek this out guys..
Gue on the way dari Bakau Besar itu,,,oh iya guys gue tinggal di Bakau Besar kecamatan Sungai Pinyuh,Kabupaten Mempawah,iya gue orang bakau haha orang biasa bilangnya gitu sih.Suuutttsss udah deh perkenalan nya,jadi mulai gaspoll itu sekitar jam 12.30 WIB selesai gue Shalat Dzuhur,so jangan lupa sama lima waktunya dong hahaha di mana pun itu iya gak.Tidak lupa dengan mengucap bismillah gue langsung gaspoll ke arah Sungai Pinyuh,dengan berbekal hp,dompet pastinya ya sama tas kecil gue yaitu tas selempang,tidak lupa juga gue bawa jas hujan pastinya karena langit pada waktu itu benar-benar tidak bersahabat bangett tapi meskipun begitu tidak menurunkan niat gue untuk mengunjungi Makam Juang Mandor.Sampai di Sungai Pinyuh gue ambil kiri ya guys yang ke arah Jalan Seliung Lanjut ke Desa Galang Dan Ke arah Anjungan pastinya.Nah sampai di Anjungan atau Pasar Anjungan kita akan menemukan persimpangan lagi yaitu antara ke Bengkayang dan Ngabang,nah kita ambil yang ke arah Ngabang ya guys yaitu kalie ini ke kanan dari persimpangan tersebut.
Lewat dari Pasar Anjungan kita akan melewati Gua Maria yang pastinya atau Pemandian Alam AnjunganGUA MARIA PEMANDIAN ALAM ANJUNGAN nah kepas dari situ masih lumayan sih guys menurut gue sih lumayan ya apa lagi baru pertama ke daerah Mandor.Lanjut kita akan melewati desa Ngarak nah dari desa ngarak tersebutlah hujan mula turun dengan derasnya,seolah-olah tidak mampu lagi untuk menahan beban,untung gue bawa jas hujan alhsil gue langsung pake dong lumayan lah meskipun agak sobek sedkit juga.Hujan tiada hentinya menemani perjalanan gue pada waktu itu,tapi gue tetep melanjutkan perjalanan karena ya menurut gue mau putar balik ya gak mungkin karena gue posisi udah di tengah-tengah dan udah basah juga pastinya,bismillah aja deh berbekal niat dan keyakinan pastinya pasti gue sampe ke Makam Juang Mandor.Oh iya guys jalanan ke Mandor mengingatkan gue sama jalananan di Puncak Bogor sana Sama bangettt sumpah kulak-kelok nya pokonya sama deh,ada satu yang beda sih di sini masih terbilang sepi dan tidak ada kemacetan juga,itulah alasan gue kenapa gue lebih suka jalan ke daerah hulu,karena di  pesisir seperti Mempawah itu tidak ada jalan berkelok-kelok kaya gini guys.

Oohh iya guys sebelum ke Mandor kalian akan menemukan persimpangan lagi,yaitu antara ke Sambora dan Mandor,kalau ke Sambora itu ke kiri kalau ke Mandor itu ke kanan.Nah di persimpangan itulah gue beristirahat sejenak karena sumpah gue gak kuat men gilaaa dingin basah kuyup.Sembari bercengkrama dengan penjaga warung setempat yaitu seorang ibu yang gue sendiri gak tau siapa namanya,yang jelas dia itu orang Kampung Pasir Mempawah cuma berjualan di persimpangan Sambora Mandor. Nah dari ibu tersebutlah gue mendapatkan informasi lagi katanya Makam Juang Mandor sudah dekat,alhasil gue semakin semngattttt dong apa lagi hujan juga sudah mulai reda meskipun masih ada gerimis-gerimis dikit.



Kurang dari 10 menit dari persimpangan Sambora-Mandor akhirnya gue sampai guys,ternyata ibu itu tidak bohong memang ternyata sudah dekat,da ya Selamat Datang di Makam Juang Mandor,gerbangnya itu ada di sebelah kanan kalau kita dari arah Anjungan.Gue langsung masuk dong,dari gerbang yang di depan itu banyak banget pohon-pohon besar.Dan kita menemukan tulisan Tamu wajib lapor,yappzzz gue izin dulu dong sama juru kunci Makam Juang Mandor nya,apa lagi gue baru pertama ke sini.Dan yang keluar itu seorang Ibu-Ibu lagi mungkin istrinya kalie ya,dan gue minta izin sama beliau,setelah mendapat izin gue langsung Mengexplore Makam Juang Mandor,yang menjadi puast perhatian gue itu adalah Tugu nya itu ya sama nama Jl.KEMATIAN.Sayang sekali pada waktu itu di gembok guys jadi gue gak bisa masuk ke dalamnya atau lebih dekat sama Tugunya,ya gpp sih alhasil gue cuma bisa memotret dari bagian luar nya aja.Dan tepat di bagian luar Tugu tersebut ada Tiang Bendara Merah Putih,dan selain Tiang Bendera terdapat pula bangunan-bangunan kecil seperti Galeri,serta bangunan-bangunan lain yang gue sendiri gak tau apa namanya.Mau nanya ke orang juga gak tau nanya ke siapa karena pada waktu itu bener-bener sepi,cuma ada lalu lalang masyrakat sekitar mungkin ya.







Selasai dari depan gue lanjut explore ke bagian dalam yaitu ke Jl.KEMATIAN tersebut guys.Soalnya kalau buat pengendara Motor di sediakan jalan melalui samping,tapi kalau kalian yang menggunakan Mobil alangkah baiknya kalian meminta izin dulu sama pihak setempat atau Juru Kunci Makam Juang Mandor ini,biar di bukakan gerbang nya.Oke lanjut deh kita ke dalam dan makam yang pertama gue temuin itu tepat di persimpangan,sumpah mungkin ini makam terbesar yang pernah gue temuin,gak lupa juga gue foto.Selesai dari situ gue lanjut ke dalamnya dan penasaran sama ulasan-ulasan di Google tuh mengenai keberadaan Makam Juang Mandor ini yang berdekatan langsung sama bekas penambangan,dan ternyata memang benar adanya.Lanjut dari situ ternyata kebagian dalamnya masih banyak makam-makam yang lebih besar dan gue menemukan sebuah batu gitu,entah itu batu apa.Yang jelas gue di situ gak bisa berkata-kata sumpah pengen cepet-cepet keluar entah kenapa,karena gue sendiri ya kan bukan takut melainkan cuaca sih,yang jelas gue teringat sama acara Tukul Jalan-Jalan tuh jadi gue ingat kesitu ke sisi Mistis nya sih.Alhamdullilah tidak terjadi apa-apa sih ya selama gue mengexplore Makam Juang Mandor ini.Cuma Mungkin cuaca aja yang tidak bersahabat dan menjadikan suasana di sini semakin dingin.




Bangga rasanya gue bisa berdiri di tempat bersejarah seperti ini,sebuah perjalanan yang gak bisa gue lupain seumur hidup gue.Singkat sih tapi begitu memikat karena banyak sejarah di dalamnya dan harus di jaga sampai kapanpun sampai akhir hayat.Inilah buktinya nyata bahwa Negara Indonesia yang begitu banyak banget menyimpan sejarah-sejarah di setiap daerahnya seperti halnya Makam Juang Mandor Kabupaten Landak,Kalimantan Barat yang barusan gue kunjungin ini.

Terimakasih Makam Juang Mandor Salam Hormat saya KUDUJALAN.COM.
MAKAM JUANG MANDOR
Lokasi : Simpang Kasturi,Mandor kabupaten Landak Kalimantan Barat.

Wednesday, 5 June 2019

MAKAM OPU DAENG MANAMBON MEMPAWAH KALIMANTAN BARAT



Ada rasa sedih ada rasa senang,sedihnya kenapa??? Karena bulan Ramadhan sudah berlalu dan senangnya kenapa??? Karena hari kemenangan telah tiba yaitu hari yang Fitri,hari di mana momennya semua kerabat dan keluarga berkumpul saling memaafkan satu sama lain.
Begitulah pandangan hari Raya atau Lebaran menurut gue.Tidak lupa juga KUDUJALAN.COM ingin mengucapkan...
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 H Minal Aidzin Walfaidzin Mohon Maaf Lahir Dan Batin.
Satu bulan berasa satu tahun menurut gue,kenapa???karena satu bulan kemarin yaitu di bulan puasa tepatnya,gue off bener-bener off dari dunia nulis blogging ini,karena gue mau fokus puasa jiaaahhh kaya yang puasa aja,alhamdulillah yang jelasss puasa dong....haha.Tanpa ada postingan bulan kemarin itu,pokoknya fokus kerja dan puasa pastinya.Dan berjalan dua minggu puasa kaki gue berasa gatal,bukan gatal penyakit ya tapi gatal rasanya pengen Aprak-Aprakan haha namanya juga KUDUJALAN.COM ya jadi harus Aprak-Aprakan haha...
Seperti perjalanan di bulan puasa kemarin yaitu gue berkunjung ke suatu tempat yang begitu spesial bangettt di Mempawah yang pastinya bersejarah juga,di manakah itu penasaran bukaaaaaannnn...yang jelas kalian gak penasaran lagi karena kalian udah baca judulnya sih diatas hahah.Iya gue kemarin itu berkunjung ke salah satu cagar Budaya di Kabupaten Mempawah yaitu Makam Opu Daeng Manambon.
Oke kenapa gue berkunjung ke Makam Opu Daeng Manambon???karena gue penasaran aja sih,kok penasaran,iya gak penasaran gimana gue itu tinggal di Bakau Besar udah 2 tahun lamanya,tapi sampai sekarang belum pernah kesampaian yang namanya berkunjung ke Makam Opu Daeng Manambon ini.Gue taunya nama Opu Daeng Manambon itu yaa GOR Mempawah itu namanya juga Opu Daeng Sama.
Nah pertama gue tau ada Makam Opu Daeng itu adalah dari postingan-postingan temen-temen yaitu mengenai foto-toto mereka itu dan mereka sih bilangnya sebukit-sebukit rama gitu.Dan gue cari tau dong gue kepoin di google ya kannn tentang Makam Opu Daeng,dan ternyata emang benar adanya.Rasa penasaran gue semakin tinggi akan makam Opu daeng ini,dari rasa penasaran itulah muncul rasa niat dari dalam hati gue ingin mengunjungi makam tersebut,apa lagi gue termasuk orang yang suka bangettt sama tempat-tempat bersejarah seperti ini.Mau tau pengalaman gue berkunjung ke Makam Opu Daeng Manambon,yuk kita simak cerita gue di bawah ini,ini berdasarkan pengalaman gue ya guys,jadi apa yang gue lihat dan yang gue rasakan akan gue tulis semuanya di sini,oke langsung aja deh yaa....
Minggu 21 Mei 2019,iya waktu itu hari Minggu gue otw ke Makam Opu Daeng Manambon,kenapa gue pilihnya hari Minggu???karena pikir gue hari Minggu pasti ramai,dan ternyata biasa aja,gak ramai-ramai banget karena lagi puasa juga sih...
Oke seperti biasa gue otw sendirian guys,dari rumah waktu itu sekitar jam 10.30 wow siang-siang bolong puasa-puasa ya kan yang pasti panas,hahah gpp lah kalau udah niat mau gimana lagi ya kan.Oke rute yang gue lewatin untuk menuju ke Makam Opu Daeng Manambon adalah,pertama dari jalan raya Bakau Besar pastinya menuju ke Kuala lanjut lagi ke arah Kampung Tengah atau Gerbang Selamat Datang Kabupten Mempawah,lanjut gue ngelewatin Kantor Bupati,Taman Mempawah,Taman Berstari.Nah dari persimpangan Tugu Tani Mempawah gue ambil yang kiri ya guys yaitu menuju SMA 1 Mempawah,Dinas Pendidikan,Masjid Agung Alfalah.Yang pasti gue gak melalui rute Pasar,yaitu dari persimpangan yang ke arah kanan itu,tapi keduanya sama aja sih mengarah kesana juga,cuma gue lagi pengen lewat Alfalah.
Nah lepas dari pusat kota Mempawah kalian akan menemukan gerbang Selamat jalan Kabupaten Mempawah dari situ gak jauh lagi sih guys,gang nya itu ada di sebelah kanan jalan kalau kalian dari arah Pontianak,cuma kalau kalian dari arah Singkawang gang nya itu ada di sebelah kiri.



Dari gang itu lumayan sih masih jauh,kita akan melewati perkampungan rumah-rumah warga sekitar,kebayakan sih orang-orang Madura sih ya tapi Cina sama Melayu juga ada.Akses jalannya menurut gue sih udah bagus ya kalau dari depan,ada sih sebagian yang belum bagus,tapi menurut gue udah lumayan sih buat ke tempat bersejarah seperti ini,cuma ada satu titik yaitu lepas dari bukit yang depan yaitu pemakaman atau kuburan Cina gitu,tepatnya di persimpangan antara Sebukit Rama,jalannya itu masih tanah dan lumpur gitulah lumayan dalam juga sekitar 15 sampai 20 cm dan yang pasti becek ya guys.Sangat di sayangkan sih akses buat ketempat bersejarah seperti ini jalannya masih memerlukan perhatian dari pihak-pihak terkait atau pemerintah setempat.
Oke dari persimpangan tersebut lumayan udah dekat sih,kita akan di ajak mengitari bukit,suasananya masih asri,sejuk pastinya,dan jalannya itu turun naik berkelok,gue jadi ingat jalanan di kampung gue di Bogor sana percis sama bangettt pokoknya.


And Finally Selamat Datang di Makam Opu Daeng Manambon,akhirnya gue sampe juga guys.Pas pertama kesitu sih gue cuma ngelihat ada satu mobil sama satu sepeda motor dan dua orang Bapak-bapak,dan warung-warung yang tutup,ada rumah-rumah juga sih dikit.Oke gue menghampiri dua Bapak-bapak itu dong,karena gue jujur loh baru pertama bangettt gue kesini gila kan,sendirian nekad bangettt pokoknya haha namanya juga KUDUJALAN.COM,yang jelas demi konten hahaha.

"Makam Opu Daeng Manambon terletak di Sebukit Rama atau sekitar 5 km dari Desa Pasir,Kecamatan Mempawah Hilir,Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat.Oh iya guys Opu Daeng Manambon merupakan raja pertama kerajaan Mempawah yang berkuasa dari tahun 1695 sampai 1763 dan wafat pada tahun 1763.Dan ada kaitannya juga sama tradisi Robo-Robo di Kabupaten Mempawah ini,konon menjadi agenda utama Makam Opu Daeng Manambon untuk melaksanakan perhelatan Robo-Robo tersebut guys.Robo-robo sendiri di percaya oleh masyarakat sekitar sebagai tolak bala,karena di selenggrakan setiap tahun nya yaitu pada bulan Safar akhir yaitu Rabu terakhir.Opu Daeng Manambon adalah putra dari Opu Tandre Borong Daeng Rilekke,Raja dari kerajaan Luwu di Sulawesi Selatan yang menikah dengan Putri Kesumba.Putri Kesumba merupakan anak dari pasangan Utin Indrawati yang merupakan penembahan putri Senggaok,Mempawah dengan Sultan Muhammad Zainuddin dari kerajaan Matan Tanjungpura.Pasangan Putri Kesumba dan Opu Daeng Manambon inilah yang mendirikan atau menurunkan raja-raja yang memerintan di kerjaan Mempawah."

Well yang gue tau cuma itu sih guys,singkat ceritanya,banyak sih versi-versi lainnya,yang lebih lengkap lebih detail juga kalau kalian cari di google.Dan informasi singkat yang barusan itu bersumber dari bapak Lili Suharyana yang baru gue temuin dan gue kenal,jadi kaya gitu sih guys.
Oke singkat cerita aja ya guys jadi bapak tersebut adalah penjaga,yang ngerawat atau juru kunci Makam Opu daeng Manambon namanya Bapak Lili Suharyana kalau gak salah gue lupa lagi,kalau yang satunya gue gak tau siapa namanya.Nah gue ngobrol-ngobrol dulu dong sama bapak Lili ini,di jelasin semuanya secara detail dan tata cara berkunjung ke Makam Opu Daeng ini,apa lagi buat yang baru pertama bangettt kaya gue ini.Beruntung deh gue langsung ketemu sama juru kunci nya,jadi gue bisa tau asal muasal atau sejarah berdirinya Makam Opu Daeng Manambon ini.Kalau di ceritain lumayan panjang sih ya guys kita langsung ke intinya,jadi buat pemula jiaahhh pemula,iya pemula seperti gue ini sebelum ke atas atau ke Makam Opu Daeng nya,kita harus mengunjungi makam yang di bawah dulu guys tepat nya di samping sungai,gue gak tau kenapa,mungkin emang peraturanya seperti itu yaa gue ikutin aja.Kalau udah sering sih gpp guys katanya kalau mau langsung ke atas juga.Oke gue masuk ya kan ke Makamnya,aromanya itu khas bangetttt pokoknya wangi banget sumpah dan yang pasti sepi ya,gue cuma di temenin sama nyamuk-nyamuk haha gatal gue di gigitin.



Selesai dari makam tersebut gue lanjut ke atas guys yaitu ke Makam Opu Daeng Manambon nya,pertama kita akan menaiki anak tangga dulu guys.Konon Mitosnya kita harus menghitung anak tangganya guys,gue juga gak tau kenapa kebanyakan orang sih kaya gitu,katanya sih ya jumlahnya itu gak pernah sama aneh kan ya.Tapi gue sendiri lupa,gue gak hitung tangganya haha gue malah terkesima sama keindahan alam nya sih.Jadi gue gak fokus sama tangganya,sumpah padahal gue udah tau sebelumnya dari cerita temen-temen ya kan mengenai anak tangga Sebukit Rama ini.
Sesampainya di atas gue melihat tiga bangunan ber cat kuning gitu satu bangunan besar,dan yang dua agak kecil.Dan ternyata yang besar itu Makam Opu Daeng nya guys.Suasananya masih asri,sepi,dan yang pasti sejuk ya namanya juga di atas bukit pasti sejuk dan satu lagi banyak nyamuk sumpah.Dan yang gue suka dari atas itu adalah gue bisa melihat view yang begitu indah dari atas Sebukit Rama ini,bisa melihat sungai juga dari ketinggian dan hamparan kawasan hijau Kabupaten Mempawah pastinya.
Gak banyak sih yang gue lakuin waktu di atas,bisa terhitunglah sekitar 30 menit,soalnya lumayan capek ya guys lagi puasa juga sih.Gue cuma masuk ke Makam Opu Daeng nya dan baca surat Alfatihah satu balik habis itu udah sih.Gak ada apa-apa lagi dan ya cukup bangga sih gue bisa berdiri di tempat bersejarah seperti ini sumpah,gue gak bisa berkata-kata waktu itu sumpah.


Selesai dari atas gue turun guys dan berpamitan pulang ke Bapak-bapak yang gue temuin tadi itu.Tidak lupa juga gue mengabadikan atau foto-foto pemandangan sekitaran sini,yang jadi perhatian gue adalah tulisan Opu Daeng nya itu.Karena tulisannya itu baru-baru ini sih ada,sekitar 2016 lah dulu sih gak ada katanya.Sungguh ini perjalanan yang gak bisa gue lupain seumur hidup gue sih,gak lama singkat banget sumpah,rasanya pengen kesini lagi hehehe..

Oke guys itu dia perjalanan gue di Makam Opu Daeng Manambon yang penuh perjuangan,dan rintangan pastinya,tapi alhamdulillah gue sampai kelokasi dengan selamat dan pulang kembali dengan selamat.Itu berarti tergantung niatnya ya guys kalau niat kita baik inysa Allah semuanya akan berjalan dengan baik.

Sampai ketemu di cerita gue selanjutnya ya guys

TERIMAKASIH.....
Makam Opu Daeng Manambon
Sebukit,Pasir,Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat.
Buka : Setiap Hari 24 Jam