Saturday, 7 October 2017

A True Story Halaman Satu

Berbeda-beda tapi tujuannya tetap sama mungkin kata itu yang tepat buat menggambarkan keberagaman adat dan suku yang ada di indonesia tercinta ini.

Seperti pengalaman gue yang satu ini tepatnya empat hari yang lalu yuk kita simak...

Tahlilan/Selametan Orang Meninggal

Oke mungkin ini biasa aja ya namanya tahlilan,kebanyakan orang bakalan nanggepinnya seperti biasa gitu.So bagi gue ini hal yang luar biasa atau pengalaman yang sangat luar biasa pertama dalam hidup gue sumpah.Ikut tahlilan di suatu daerah yang notaben nya bukan gue banget gitu,bayangain aja gue orang sunda sebisa mungkin harus bisa berbaur beradaptasi dengan orang-orang melayu dan dayak sebut saja Kalimantan,emang benera kerena gue sekarang di Kalimantan Barat tepatnya di Kabupaten Mempawah.
Nah jadi kaya begini waktu kemarin itu ada tetangga gue yang meninggal,ya rumahnya gak jauh cuma di langkah tiga rumah gitu,rumah kita bejejeran.Yang meninggal itu adalah seorang nenek-nenek gak tau gue nenek siapa namanya,di mana ada orang meninggal sore entah malam nya pasti selalu ada yang namanya tahlilan eiiissttt tapi ini bagi umat muslim loh yah "ISLAM" kalau umat-umat yang lain sih gue gak tau.Di daerah tempat gue tinggal mayoritas agamanya Islam dan mungkin ada sedikit perbedaan-perbedaan dari tempat tinggal gue yang asli yaitu di Bogor sumpah jauh banget.oh iya for your informations gue di sini itu cuma kerja jadi bisa di bilang gue perantau gitu lah,nah bagi perantau seperti gue mau gak mau harus beradaptasi dengan masyarakat sekitar,harus mengikuti cara-cara mereka dan yang paling terpenting adalah menghargai kalau kita pengen di hargai mantap.
Oke kembali ke tahlilan,kalau di Jawa itu yang namanya tahlilah biasa ya kan doa-doa gitu lantunan ayat suci serta dzikir-dzikir,ya mungkin di sini juga sama seperti itu kalau gue perhatiin sama aja.Cuma yang membedakan adalah sajian atau bisa di bilang kalau di Jawa itu di mana ada tahlilan di situ pasti kita dapet nasi kotak,atau di Bogor di sebutnya berkat (brek di angkat) haha lucu ya.Otomatis sepulang kita tahlilan tangan kita gak kosong-kosong banget lah.
Berbeda dengan di sini yaitu di Kalimantan gak tau kenapa mungkin ini kebiasaan orang melayu dari dulu,jadi selesai tahlilan sajian atau nasi kotak seharusnya di bagikan tapi di sini gak malah di makan di lokasi sumpah di makan di situ langsung.Dan tau gak kalau kalian di kasih sajian sama orang melayu katanya harus di makan jangan sampe enggak meskipun kalian gak suka makanannya ya mau gak mau harus di makan,itu sih menurut pengalaman gue seperti itu gak tau alesannya kenapa ya sudahlah kita harus bisa menghargai perbedaan yang ada.
Kerana menurut gue mau kalian suku apa atau orang mana,mau kulitnya hitam,atau putih,kita tetep sama yaitu Merah Putih Indonesia tanah airku dari Sabang sampai Merauke bermacam-macam adat istiadat dan suku cuma di Indonesia kita bisa menemukan keberegaman seperti ini.
So gue cukup bangga menjadi orang Indonesia karena apa,toleransinya itu loh yang gak bakala kalaian dapetin di mana pun cuma di sini di INDONESIA tercinta tanah airku.


Tuesday, 3 October 2017

A True Story

Sebuah Kisah Nyata atau bahasa kerennya A True Story mungkin cuma kata itu yang tepat buat judul postingan gue,karena semua yang gue tulis itu emang beneran terjadi sumpah so buat kedepan nya mungkin tinggal nambahin bagian-bagianya aja gitu contok (part1/part2).Biar lebih simpel sih intinya.

Satu Putaran Mempawah Sampai Pinyuh Dengan Kecepatan 40km/jam.

Ini semalem masih jadi begini biasa pertanya mau mancing lagi kita kaya waktu malam minggu itu,dan semalem itu agak berbeda mancing,jelas beda kita mancing di laut wuuiiihhhh mantap tapi bukan di tengah lautnya ya.Untuk pertama kalie nya gue mancing di laut sini deket rumah gak deket-deket banget sih lumayan lah ada sekitar 500 m mah.Nah waktu itu gue otw jam 8 malam berlima mantappp ada kawan baru betul sekali gue,Nardi,Deni,Ryan,dan Agung itu dia kawan barunya.Langsung meluncur kelokasi dengan lancar dan selamat sampai di tepi laut.
Dan ini dia mancing mania mantapp joran pun sudah bertengger,hmmm tapi sayang air laut kini sedang surut dan kita bergegas untuk meninggalkan laut tersebut dan mencari lokasi lain.Yapppzz gak usah jauh-jauh akhirnya kita mancing di dekat rumah Ryan yaitu Bakau Besar tepatnya di dekat jembatan di perahu-perahu gitu.
Mulailah memancing dan gemericik hujan pun turun semakin menambah dinginnya malam waktu itu.Sementara mereka mancing bertiga yaitu Deni,Nardi,Ryan dan Agung udah pulang duluan,so gue gak mau menyia-nyiakan kesempatan gue bergegas pergi ke Mempawah gaspol pokoknya.Sendiri bayangin jalanan sepi sendiri sumpah ini baru pertama kalie gue nekat gue harus berani karena gue pengen bisa seperti orang lain "belajar motor".Dengan kecepatan 40km/jam gue meluncur tuh ke Mempawah dan sesampainya di Mempawah gue balik lagi tapi kalie ini mau langsung ke Pinyuh.Dan alhamdulillah sampai di Pinyuh dengan selamat.
Dari Pinyuh gue niat hati pengen pulang gak enak juga sama Deni dan Nardi gue gak ngomong soalnya sama mereka,you know what kalau gue ngomong pasti gak boleh mulu,makanya gue pergi diam-diam.Dan gue sampai di Bakau Besar dan ternyara benar mereka sudah menunggu gue,sesampainya di situ gue sedikit debat sama Deni agak kesel juga gue tau mereka khawatir dan gue juga tau di sini posisi gue salah karena pergi gak ngomong-ngomong.
Gue itu cuma mau keluar dari zona nyaman gue itu aja karena berlama-lama di zona nyaman itu gak baik men,percaya sama gue.Gue juga butuh kebebasan selayaknya manusia-manusia pada umumnya dan baru gue rasakam itu semalem sumpah.
Karena kalau gue ngikutin terus kata mereka hidup gue gak bakalan berkembang mentok di situ-situ aja.Karena hidup gue itu cuma gue sendiri yang tau kalau gue pengen maju berarti gue harus melakukan semuanya buang rasa takut dan yang terpenting adalah keyakinan.

Sedikit info gue emang belum terlalu lancar bawa motor di usia gue sekarang 23 tahun,tapi gue yakin gue pasti bisa kok.Orang lain mungkin bakalan ketawa kalau tau cerita ini ya tapi emang ini kenyataannya.


Inilah hasil kecemasan kekhawatiran yang berlebihan terhadap gue,gue jadi gak berkembang selayaknya orang-orang pada umumnya.Kekhawatiran yang di mulai dari orang-orang di sekitar,keluarga,orang tua,kakak,adik,dan bahkan mamah.Gue gak menyalahkan mereka gue bahkan banyak-banyak berterima kasih sama mereka itu berarti mereka sayang banget sama gue.


Bening Tapi Berbau Aroma Khas Dan Saat Di Minum Panas

Entah apa yang terpikir dalam benak hati mereka wahay teman,sumpah ini kalie pertama gue ikut-ikutan kumpul sama orang-orang yang bisa di bilang "nakal".Mungkin bukan nakal ya kata yang tepat buat mereka sedikit ekstrim aja sih.

Sekitar tiga hari yang lalu yaitu hari Sabtu malam yapppzz orang bilang malam minggu,malam di mana yang sangat berbeda,kenapa berbeda? Karena cuma di malam Minggu orang-orang biasanya pada keluar buat sekedar kumpul sama teman,mojok sama pacar yaitu lah malam minggu banyak definisinya.
Sama seperti gue,gue pun merasakan yang namanya malam minggu sumpah ini mungkin pertama kalienya selama gue di Kalimantan ini.Niat hati sih bukam mau kumpul-kumpul sama temen,melain kan gue itu mau mancing bertiga sama Deni dan Nardi,so ini untuk pertama kalienya gue mancing di Kalimantan.Lucunya lagi umpannya pun berbeda,sama sih cacing cuma bedanya cacing di sini sama di jawa itu jauh banget sumpah,cacing di jawa kaya biasa ya kan kecil-kecil,sementara di sini gila panjang nya 100 cm dan besarnya sebesar usus ayam lo pasti tau dan ada kaki-kakinya gitu.
Semua sudah siap peralatan mancing umpan juga udah siap,jiaahhh gue kaya bisa aja mancing,masalahnya adalah terkahir kalie gue mancing itu waktu 2007/2008 nan gitu gila kan udah lama banget itu pun mancing di sawah di rawa-rawa gitu.Oke lupakan semua itu malam pun tiba dan sangat mengecewakan hujan pun turun dengan derasnya.Pukul 23:00 kita pun memaksakan untuk berangkan karena rasa penasaran gimana sih sensai mancing di sini itu,next kita sampai di Taman Bestari terus langsung deh mancing gak lama 30 menit kita mancing gak dapat-dapat akhirnya turun hujan lagi oh my god ini malam yang buruk menurut gue.
Kita bergegas pergi dari Taman Bestari dan mencari tempat berteduh sementara,dan akhirnya dapat yaitu di Taman Mempawah.Kita kumpul-kumpul di sini semakin banyak orang yang merapat ya pokoknya semakin rame,berisik iya sudah pasti.
Kagetnya gue ternyata kita kumpul-kumpul tepat berada di sekitar mesjid tempat beribadah,sumpah gue gak nyadar waktu itu.Dan sempet ngomong dalam hati ya Allah ini dosa gak ya kita berisik-berisik minum-minum di area Masid sumpah ini baru pertama kalie gue kaya begini.
Malam pun semakin larut dan waktu menunjukan pukul 01:00 sumpah obrolan mereka semakin ngelantur gak jelas mungkin karena pengaruh minuman itu kalie ya,jujur di sekian banyak orang waktu itu cuma gue yang gak minum,gue minum sih tapi gue gak minum air puti yang bau itu, gie cuma minum floridina gak peduli di bilan culun, banci sekali pun you know what gue gak tertarik sekalipun sama yang kaya begitu bau,sumpah sedikit pun kagak.
02:00 kita begegas pulang soalnya kalau di lanjutin bakalan gak bener mereka ngobrolnya semakin ngelantur dengan nada sedikit tinggi gue takutnya mereka berantem lebih baik sudah bubar pulang semuanya.Jujur ini pengalamam hidup saya untuk pertama kalie nya sumpah gue ikut-ikutam kaya begini "tidak minum air bau" so gue di siti cuma jadi penonton aja.Sumpah gak habis pikir sama mereka apa yang mereka cari kesenangan sesaat iya sudah pasti tapi buat apa semua itu sia-sia merusak hidup lo tau gak.Saran gue sih jauhilan minuman keras narkotika apalah itu,karena berteman main kumpul-kumpul gak harus seperti itu men.
Gue sih berharap mereka itu bisa sadar apa yang mereka lakukan itu bisa merugikan mereka sendiri gitu,itu aja sih dan yang paling penting terapkan hidup sehat dari sekarang,pergaulan yang sehat juga.